|
Primagama sebagai sebuah merek bimbingan belajar terkemuka di tanah air. Bahkan ada anekdok, Primagama adalah bimbingan belajar, bimbingan belajar ya hanya Primagama. Bagaimana ampuhnya merek Primagama ? Ikuti wawancara Primagamgz dengan Adam Primaskara sang General Manajer Primagama, berikut ini :
Siang Pak Bagaimana kabar Primagama saat ini Siang juga. Alhamdulillah….. seperti yang anda lihat sendiri, kita telah hadir dengan lebih dari 650 outlet di Indonesia saat ini. Bagaimana kok bisa Primagama jadi sebesar ini ? Yah … inilah hasil kerja keras dan kerja cerdas seluruh tim manajemen yang membangun bisnis ini. Mereknya ? Iya .. dengan merek yang baik akan memudahkan kita untuk mengembangkan bisnis ini. Maksudnya Pak? Merek tidak sekedar kita sikapi sebagai simbol, nama, desain dan lain-lain. Tapi juga mampu menunjukkan kualitas produk, segmentasi dan sebagainya. Lebih dari itu dapat juga menceritakan dengan jelas mutu produk dan layanan kami kepada konsumen. Yach … biar mudah konsumen mengingat kami lah ! Bisa dijelaskan Pak ? Bagi masyarakat, sebuah merek akan bermanfaat dalam tiga hal. Pertama, pemberian merek memungkinkanmutu produk lebih terjamin dan lebih konsisten. Saat ini kalau kita bilang Primagama, akan langsung terbayang sebuah bimbingan belajar yang telah sukses mendampingi prestasi siswa dan sebagainya. Kedua, akan mampu meningkatkan efisiensi bagi pembeli, karena konsumen sudah sedikit banyak tahu kualitas produk kita. Ketiga, meningkatkan inovasi-inovasi produk baru, karena produsen terdorong menciptakan keunikan-keunikan baru guna mencegah peniruan dari pesaing. Bagi penjual, mere bermanfaat dalam empat hal. Pertama, memudahkan penjual mengolah pesanan dan menelusuri masalah-masalah yang muncul. Kedua, memberikan perlindundan hokum atas keistimewaan atau cirri khas suatu produk. Ketiga, memungkinkan untuk menarik sekelompok pembeli yang memang setia. Keempat, membantu penjual yah kalu di kita kantor cabang lah untuk melakukan segmen pasar. Apakah semua cabang berposisi sebagai market leader ? Ya tidak semua. Yang berposisi sebagai market leader atau pemimpin pasar ya sekitar 80 % saja. Kita semua menyadari bahwa tantangan dan kondisi tiap cabang adalah berbeda, sehingga ya masih cukup beratlah untuk market leader semua. Bagaimana strategi pemasarannya Pak ? Secara umum strategi pemasarannya terbagi menjadi 5 tipe, yaitu no marketing, mass marketing, segmented marketing, nice marketing, dan individual marketing. Maaf, dapat dijelaskan lebih detil Pak ? Kalau tidak ada pesaing, kita sudah dikenal baik, maka relative ngga perlu pemasaran, karena kita sudah memonopoli pasar. Kita masih ingat , telkom duku begitu berkuasanya, harga dinaikkan berapapun ya konsumen kalah. Sekarang dengan banyak operator, maka ya harus bersaing, bila tak ingin ditinggalkan konsumen. Pertamina demikian juga . sekarang yang masih monopoli ya PLN. Itulah masuk kategori no marketing. Sedang tipe mass marketing adalah sudah ada pesaing tapi masih lemah. Sehingga starteginya menggunakan mass marketing. Sehingga perannya hanya menajamkan pengenalan merek atau produk saja atau dalam istilah marketing dikenal dengan nama brand awareness. Tipe ketiga adalah segmented marketing, bila posisi persaingan sudah lebih ketat, seperti di Purwokerto, Magelang, dan kota kota lainnya. Kita harus melakukan segmentasi pasar dulu sebelum melakukan pemasaran. Ini dilakukan agar pemasaran semakin efektif dan efisien tentunya. Kekuatan kira fokuskan pada brand association atau asosiasi merek, tanpa merek yang kuat, kita agak susah melakukan asosiasi. Sedang tipe keempat adalah, nice marketing, yaitu bila persaingan bertambah ketat lagi, dimana perusahaan tidak lagi dapat menggunakan sepenuhnya segmentas, malainkan bermain di nice marketing atau ceruk pasar. Ini untuk kota-kota yang kita belum market leader. Jadi langkah yang kita lakukan harus melakukan apa yang disebut perceived quality (dipersepsikan berkualitas). Yang terakhir, adalah individual marketing, adalah puncak persaingan, dimana bicara merek adalah bicara loyalitas (brand loyality). Karena pesaing sudah demikian banyak, dan strategi pemasarannya hebat , dan konsumen tidak mau lagi dipandang hanya sebagai pembeli saja, maka kunci keberhasilannya kita adalah individual marketing. Langkah ini harus cerdas, karena kita harus mampu memilih dan memilah kapan dan pada aspek apa saja kita terbuka untuk konsumen kita. Kuncinya selain mutu produk harus terus ditngkatkan, kita harus mampu melakukan difrensiasi (perbedaan) disbanding dengan pesaing. Bila mutu produk sudah sama , produk juga sama, apa yang bisa kita banggakan ? Nah itulah celah yang bisa kita bidik. Kita harus terus melakukan langkah-langkah berbeda dengan jenius, agar produk dan mutu kita berbeda dengan yang lain, seperti menghasilkan produk DMI, Primagama English, Matematika Dasyat, dan sebgainya. Wah nampaknya sudah banyak menyita waktu Bapak ! Terima Kasih Pak , semoga Primagama tetap eksis dan menjadi yang terbaik ! Terima Kasih ! Do’akan… ya!
|